Featured

10/recent

10 Years I'm Into KPOP

Selasa, Agustus 08, 2017


Halo gaes...

Klise memang kalau gw terus-terusan minta maaf karena memang jarang posting sesuatu yang bermanfaat di blog gw yang semakin usang ini. Ingat, menulis itu kudu produktif en itu bisa dibiasakan dengan nulis postingan blog kayak begini lag salah satunya, biar kaga terjadi writer block.

Tapi sejatinya, gw kaga akan membahas yang aneh-aneh atau yang terlalu berat-berat dulu deh di come back gw ini (ceileh). Oke, sesuai dengan judul di postingan ini, gw akan cerita-cerita sederhana aja tentang sebuah momen yang begitu bersejarahnya. Momen apa itu? Iya, SNSD comeback!

SNSD Holiday MV
Baru kali ini yah gw lihat video musik dari sebuah grup korea atau apa aja sih, yang bikin hanyut dan jadi keinget bagaimana cupunya gw dulu pas pertama kali terjerumus dalam lembah yang syurgawi bernama KPOP.

Kalau sekarang mungkin banyak banget bertebaran video di yutub tentang first time listening to KPOP, react to KPOP, Irish react, American react, Rapper react, Classical students react to KPOP, whatsoever. Gw dengan rilisnya MV All Night sama Holiday-nya SNSD menandakan bahwa gw sudah menempuh jalan KPOP selama 10 tahun. Gila.

Buat gw, menyukai KPOP bukan karena gw suka ngikutin gossip orang korea atau gimana, gw dulu menggunakan lagu-lagu KPOP untuk mempelajari korea pada umumnya, gimana unggah-ungguh dan budayanya. Sama halnya di tahun 2000-2007 gw gunakan untuk mempelajari Bahasa Inggris juga dai lagu-lagu inggris di jamannya. Masih inget aja gw lagu Inggris pertama gw yang gw pake buat belajar Bahasa Inggris adalah Die Another Day-nya Madonna, sampai ke lagu-lagu yang banyak slang-nya kayak lagu Ja Rule, Eminem, en Jay-Z. So, proses belajar bahasa gw adalah dengan menyukai kosakata dalam sebuah lagu plus niat untuk belajar.

Bahasa
Lagu yang pertama dipelajari
Tahun Mulai Belajar
Inggris
Madonna – Die Another Day
1999
Jepang
Remioromen – Konayuki
2005
Korea
SNSD – Into The New World
2007
Perancis
Carla Bruni – Qul’quun Ma Dit
2007
Rusia
Tatu – Nas Ne Dagonyat

Cina
Jay Chou – Tui Hou

Swedia
Jag Kommer
2014

Pokoknya gitu deh, intinya karena postingan ini tentang perkelindanan gw dengan dunia kekoreaan, maka gw akan cuman ngebahas dunia ini aja.


2007

Gw awalnya nggak sengaja banget nemu sebuah klip MV Into The New World punyanya SNSD di warnet Hasil sebelah rumah gw jaman dulu. Beberapa temen gw pasti tau lah kalau dulu warnet Hasil memang diandalkan banget karena memang nggak banyak warnet di daerah gw. Gw sempet bingung juga ini nyanyian pake bahasa apaan. Gw akhirnya dapet juga yang live version-nya. Dulu download video itu susahnya bukan main. Jaman masih pake keepvid kalau gak salah. Dan, saat itu juga gw suka lagunya walau gw gak tau artinya apaan. Mana tulisan romaji-nya ada masih notasi lama yang ada –uh –uh nya gitu. Susah pokoknya. Yang gw inget adalah gw sampai nge-CD-in lagu-lagu SNSD ini sama lagunya Carla Bruni jadi satu CD trus gw puter di CD player gitu.. So, jaman dulu banget..

2008

Sibuk masuk kuliah dan belajar kalkulus, kaga kepikiran tentang korea sama sekali.

2009

Sindrom korea menjangkit anak geofisika 2007, terutama Kris en Firsan temen gw satu angkatan di geofisika. Arie en banyak temen lain juga sampai download versi HD-nya which is di jaman itu udah keren banget. Gee, rilis tahun ini, lanjut ke lagu Himnae, yang sampai gw bikin video mash-up-nya sama Radit juga di rumah Kris jaman dulu (sayang videonya hilang).

2010

Oh! Dan gw en temen-temen mulai beli banyak pernah-pernik, termasuk album en dateng beberapa acara kekoreaan. Di sini gw memutuskan untuk cari lagu-lagu lain dari grup lain, maka kenal-lah gw dengan Suju, Kara, f(x), SHINee, Big Bang, 2PM, en 2NE1. Semakin banyaklah koleksi MV gw.

2011

Penggemar korea di angkatan gw sudah berkurang, kecuali kalau diputer lagu Sistar 19 atau apa aja yang seksi-seksi. Mulai berkembang fatwa-fatwa bahwa nonton korea itu haram, banyak yang tobat ala-ala. Run Devil Run!

2012

Tahun terakhir gw di tempat kuliah gw, gw jadi beneran fans Running Man banget di tahun ini. Sampai gw download sendiri juga tiap episode-nya. Well, idol generasi satu udah geser ke generasi dua di tahun ini.

2013
I Got A Boy! Well.. Ini jaman luntang-luntung kaga ada kerjaan, isinya cuman ngasisteni anak-anak angkatan bawah, kerja di kampus sampai wisata-wisata ke beberapa negara di Asia. Well, even di Thailand, gw nggak sengaja nginep di dorm yang khusus buat orang korea. Untungnya gw bisa baca hangul jadi pemilik dorn antusias gitu sama gw. Plus ada temen bawah bed gw (secara dorm itu sekamar campur cowo cewek 8 orang), kita diskusi tentang Lee Kwangsoo sampai macem-macem deh dulu.

2014
Mr. Mr! Ini jaman gw merantau ke Kalimantan setahunan hampir sih.Walaupun jauh dari internet, gw tetep bisa donlot khusus band-band yang memang gw tunggu comeback-nya aja, trus gw simpen di HP (yang dulu gw pake Samsung Galaxy S5), jadi bisa gw puter-puter ulang sebelum tidur.

2015
Kerja di tempat nulis artikel ketemu Indra – penggemar Sistar en Hesti – penggemar B2ST. Well, walaupun udah kaga ada angkatan sendiri, tapi frekuensi karaoke masih sering sama anak-anak 2010 khusus kekoreaan. Miss that moment. Party en sebelumnya pengumuman yang membuat hati segala SONE terbelah, yakni keluarnya Jessica.

2016
Band-band generasi pertama banyak banget yang tumbang.

2017
Akhirnya 10 tahun SNSD en 10 tahun perjalanan gw dengan segala yang berbau korea. Ada perasaan gimana gitu kalau lihat trend disband beberapa band di awal tahun ini. Pertanyaannya adalah: Apakah ini adalah rilis terakhir dari SNSD?


***

Nah, 10 tahun gw juga merasa melewatkan waktu dengan biasa saja. 10 Tahun juga menandakan kebersamaan gw dengan angkatan gw, angkatan 2007. What's the odd?

Then, 

Warna

Rabu, Juli 12, 2017


Aku rela mendekam dalam kegelapan sel khusus yang dibuat khusus oleh penjara ini. Aku benci dengan perilaku-ku sendiri. Orang lain menyebutnya agitasi terhadap sebuah objek. Orang yang lain juga bilang bahwa aku mengidap kelainan psikis berupa trauma yang dosisnya tak terkendali. Mirip seperti multiple personality, namun ini disebabkan oleh sensor optikal.
Aku tak bisa melihat sesuatu dengan warna tertentu. Warna adalah musuh terbesarku. Paling tidak beginilah rekap laporan psikiaterku:
Merah : Agitasi seksual berujung pada 8 kasus pemerkosaan.
Biru : Agitasi motorik berujung pada 19 kasus kekerasan dan 4 kasus pembunuhan.
Kuning/Emas : Agitasi suicidal, 30 kali attempted suicide.
Hijau/Olive : Agitasi otak kiri berujung pada 19 kasus cyber attack dan 3 kasus pembobolan bank.
Jingga/Oranye : Agitasi child memory. Tidak ada laporan kasus. Hanya meresahkan
Abu-abu/Silver : Agitasi vocal berujung pada 39 laporan kegaduhan.
Pink/Fuschia/Violet/Ungu : Agitasi otak kanan berujung pada 4 kasus pemalsuan uang dan 2 kasus pemalsuan lukisan seniman terkenal.
Coklat : Agitasi possessiveness, beberapa kasus pencurian. Efek ini tidak banyak terdokumentasi.
Hitam : Tidak ada reaksi.
*
Iya, resmi aku menjadi kelinci percobaan. Aku empati terhadap banteng di arena collesseum yang kepadanya diberi stimulasi kain berwarna merah. Konyol memang, tapi benar-benar terjadi.
Semua kasus yang aku perbuat itu menjadi pertanyaan para penuntut umum. Sebagian dari aku adalah normal di kala malam dan kegelapan. Namun, sebagian yang lain adalah gila dan tidak normal di dunia nyata.
Delapan tahun mendekam di sel ini, bahkan aku tak tahu barang apa yang kumakan. Zoldipam, diazepam, macam-macam obat anti-depresan yang kukonsumsi. Selalu aku berkeinginan untuk menggigit nadiku sendiri, mengakhiri segalanya. Menemukan sebuah hitam yang absolut. Hitam yang nyaman.
Tapi, kuurungkan niat itu karena ternyata dalam gelap ini aku menemukan cerahku. Dalam buta ini aku terbimbing dengan nyata. Obor lentera hati yang membuatku tenang dalam damai. Dari hal yang demikian aku dapat menyimpulkan:
Karena di setiap takdir, terdapat hikmah dan jalan bagi mereka yang selalu percaya. Ada berlimpah jalan bagi mereka yang tidak mempunyai ekspektasi. Ada kelegaan yang absolut bagi mereka yang mengikuti permainan hidup ini.


Faz, 18 Mei 2017

Review : Holycow Aston Hotel Yogyakarta

Kamis, Juni 01, 2017

Halo gaes, rupanya sudah lama gw tidak meng-update informasi makan memakan di blog ini. Okelah, menjelang satu lustrum blog ini nanti di tanggal 26 Mei, ya pas puasa sih memang, okelah gw update dengan beberapa review tempat makan yang gw kunjungi beberapa waktu terakhir ini.

Dan, sebenernya restoan ini sudah sangat lama sekali berdiri di kota ini. Cuman..... karena eh karena kantong gw nggak bakalan cukup en terlebih lagi kaga ada orang yang mau diajak menjajal makan di restoran ini dengan catatan dia kaga boleh bashing-bashing gegara tarifnya mahal selangit en bisa buat makan standar lima belas hari.. hahaha... gw bercanda mah kalau lima belas hari..

Nah, resto ini terkenal dengan steak-nya. Of course, selama ini gw taunya mungkin cuman setik bertepung ala WS atau ala Rocket Chickhen yang memang tepungnya bikin enak. Pengalaman makan setik yang beneran daging buat gw cuman dua kali, yakni pas sok-sokan jadi horang kaya di R&B Grill di Jalan Wolter Mongonsidi sama pas jaman di site BGP dulu, nyobain makanan klayen yang bule-bule. Hahaha.. Selebihnya tepung semua...
Oke lah, mari kita coba.

Restaurant Name :
Holycow Aston Hotel Yogyakarta (sebenarnya gabung dengan Madam Tan Italian Restaurant)

Concept :
Absolutely western style. Kalau kamu pesen satu menu dari Madam Tan, berarti udah fusion dengan Italian style.

Design and Architecture :
Rustic but modern vibe. Ada dua bagian besar. Satu dinamakan bagian dalam dengan konsep interior yang hangat ala musim dingin dengan balutan penerangan lilin dan focal lamp di tiap mejanya. Kesan di bagian dalam ini lebih intimate dan romantis. Sedangkan di bagian luar terlihat luas dengan konsep patio. Pemasangan meja kursi lebih renggang sehingga lebih dingin dan tampak menyenangkan untuk pengunjung yang menyukai keramaian. Mungkin lebih kece kalau yang bagian luar ini digunakan konsep pergola sehingga lebih amazing dan gahool untuk vibe Italian-nya.

Pricing :
Expensive. Minimal harus ada duit seratus lima puluh ribu untuk nyicipin setiknya lengkap dengan minumannya. Tapi gw saranin gesek aja.

Front of the House (FOH) :
Yang pasti, mbaknya syantik-syantik. Agak susah sih menjangkau mbak-mbaknya secara luas area restoran ini agak geje. Tapi bagus kok.

What they sell ?
Untuk Holycow, jelas semua jenis setik, mulai dari Wagyu, US Angus, Australian Beef. Yang lain, dihandle sama Madam Tan, kayak pasta-pasta dan ayam-ayam panggangan.

Gw pesen disini adalah Well Done 200 gram Australian Prime Tenderloin with Spinach, Mashed Potatoes, and Blackpepper Sauce.

Duration of Service :
Tapi dari sini gw jadi belajar bahwa sistem 7-menit-servis itu tidak berlaku rupanya di restoran yang mahal gilak. Di dunia review cuisine, penyajian main course itu tidak boleh lebih dari tujuh menit. Tapi okelah, mungkin SOP-nya berbeda. Mungkin kalau emang tujuh menit jadinya setik gw jadinya raw banget.

Minuman à 7 – 10 menit.
Main course à 15 – 20 menit.

Presentation :
Voila, setelah 20 menitan kemudian, tersaji sudah segelontor daging berwarna coklat hitam di atas piring ceper putih yang simpel tapi elegan. Instead of dikucurin gitu, sausnya ditaruh dalam sebuah mangkuk kecil. 

Tenderloin (Sumber: Sini)
Seasoning :
Penjabaran :
1) The Tenderloin. Well, gw baru memahami perbedaan antara tenderloin ama sirloin dengan makan disini. Rupanya beda sekali. Even harganya. Masak beda duapuluh ribu. -_____-. Tapi, sekali makan, gw speechless. Enaknya bukaaaaaan main. Gw serasa terbang ke langit umami dengan taburan asin asin gimana gitu terus ditampar ama pedes merica en manis manis dari saus reduksi dagingnya. Sesange!! Mungkin gw ndeso, jadi gw lama-lamain tuh ngiris dagingnya. Sumpah enak banget. Katrok ah. Empuk-nya pas. Nggak bikin dagingnya nyangkut di gigi. Saus reduksinya sebenernya gw penasaran pake apa dia bikinnya.
2) Spinach. Gw nggak nyangka jadinya rebusan bayam ama jagung yang ditumis pake garlic dan olive oil. Hampir gak kerasa airnya, mungkin udah hilang. Enak banget, sederhana tapi ciamik coz gw nyangkanya spinach-nya bakal dicampur keju parmesan kayak biasanya dihidangkan di kuliner skandinavia atau eropa barat.
3) Mashed Potato. Mungkin cuman bagian ini yang kurang menurut lidah gw. Kurang parmesan. Coba bandingkan mashed potato di Roaster and Bear (nanti di review selanjutnya). Atau ala-ala resto-resto di daerah Prawirotaman sana, kombinasi mashed potatonya keju banget. So, disini emang ada kejunya, tapi kurang proporsional. Jadi, it’s a bit bland.
4) Blackpepper Sauce. Too salty, gw pengennya BBQ sauce, cuman kemarin sold-out. Yawes lah. Walaupun asin tapi mixed well kok sama si setiknya.

Conclusion :
9.5 out of 10
Amazing experience. Cukup sekali aja deh yang beginian kecuali ditraktir siapa gitu atau punya rejeki nomplok entah di jaman apa nanti. Gw bisa masukkan menikmati setik asli begini sebagai satu dari seratus satu hal yang harus lo lakukan dalam hidup lo.

How Do I Get There :
Temuin deh Hotel Aston di Jalan Solo deket Galeria Mall. Ini resto ada di dalam hotel itu.

======
Maps and GPS Point :


Cerpen : Bagaimana Sejatinya Merayakan Kehilangan

Senin, Maret 06, 2017


Bagaimana sejatinya merayakan kehilangan? Karena bagian dariku tak pernah bisa hilang.

Namun, seluruh hatiku sublim dalam kehilangan itu sendiri.

Pertanyaan berikutnya, apa itu kehilangan?

Kehilangan itu adalah proses tiada yang mendadak–tanpa  pemberitahuan  sebelumnya. Ia bukan seperti seorang anak yang berpamitan kepada orangtuanya pada saat bepergian. Namun, ia juga bukan durjana yang seenaknya menghilang begitu saja. Dalam kehilangan ada sebuah proses, ada sebuah dinamika yang garib di dalamnya.

Intinya, bagaimana mengikhlaskan kehilangan? Mengikhlaskan kehilangan berarti mengembalikan hal yang memang semesta tidak memberi izin pada kita untuk memiliki. Dengan begini, pada hakikatnya kita niscaya sebuah ponsel yang rampung diberi daya. Bukan seratus persen, namun dua ratus persen.  Sesuai dengan hukum ketiga Einstein, kehilangan dan menjadi penuh adalah sebuah aksi dan reaksi.

Dengan kehilangan, kita melengkapi dan memenuhi diri dengan berdamai dengan kehilangan itu sendiri.

Begitulah cara semesta bekerja.
Diberdayakan oleh Blogger.